PERMASALAHAN MAKRO EKONOMI ISLAM
Pada hakikatnya harta itu milik Allah
(real and absolute ownership), yang dititipkan kepada manusia (delegated and
restricted ownership). Oleh karena itu, pencarian harta atau aktivitas ekonomi
harus diniatkan untuk memperoleh karunia dan keridhaan Allah, yang berarti juga
harus halal. Sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya:
“Dialah yang menjadikan bumi ini mudah
bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari
rizki-Nya.” (Q.S. al-Mulk: 15).
Tokoh yang pertama sekali menulis
permasalahan ekonomi adalah Aristoteles dari Yunani. Di sini, ilmu ekonomi
diartikan sebagai ilmu untuk memenuhi keinginan manusia yang tidak terbatas
dengan sumber daya yang terbatas. Bahwa
masalah utama dan setiap persoalan ekonomi adalah problem of choice (masalah
pemilihan) diantara pelbagai alternatif penggunaan sesuatu barang. Sementara itu, masalah perekonomian yang
paling pokok meliputi tiga masalah yang fundamental dan saling berkait, yakni
what, how, dan for whom goods should be produced, yang secara lengkap
menunjukan hubungan yang erat antara produksi dengan konsumsi. Pada zaman merkantilisme, masalah
ekonomi menjadi lebih luas lagi yaitu bagaimana caranya dapat diciptakan neraca
dagang yang positif. Adam Smith merumuskan masalah ekonomi sebagai “setiap
usaha manusia untuk menaklukan alam dan dalam usahanya menghasilkan kekayaan
material.” Pada zaman sekarang masalah ekonomi yang dihadapi manusia sudah
sedemikin luas dan kompleknya yaitu
alokasi sumber-sumber yang langka, diantara sekian banyak kemungkinan penggunaannya
yang berbeda-beda sehingga
dapat dicapai kepuasan konsumen secara maksimal, serta untuk mencapai suatu
keadaan tanpa adanya pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi yang stabil tanpa
adanya gangguan inflasi. Kemudian,
menurut pengertian ilmu ekonomi yang merupakan ilmu pemenuhan keinginan manusia
yang tidak terbatas dengan sumber daya yang terbatas, maka yang menjadi
permasalahan utama di sini adalah ketidak terbatasan keinginan manusia dan keterbatasan sumber daya alam.
Ilmu ekonomi makro mempelajari masalah-masalah ekonomi utama
sebagai berikut :
ü Sejauh mana berbagai sumber daya
telah dimanfaatkan di dalam kegiatan ekonomi. Apabila seluruh sumber daya telah
dimanfaatkan keadaan ini disebut full employment. Sebaliknya bila masih ada
sumber daya yang belum dimanfaatkan berarti perekonomian dalam keadaan under
employment atau terdapat pengangguran/belum berada pada posisi kesempatan kerja
penuh.
ü Sejauh mana perekonomian dalam
keadaan stabil khususnya stabilitas di bidang moneter. Apabila nilai uang
cenderung menurun dalam jangka panjang berarti terjadi inflasi. Sebaliknya
terjadi deflasi.
ü Sejauh mana perekonomian mengalami
pertumbuhan dan pertumbuhan tersebut disertai dengan distribusi pendapatan yang
membaik antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan dalam distribusi pendapatan
terdapat trade off maksudnya bila yang satu membaik yang lainnya cenderung
memburuk.
Masalah-masalah
ekonomi yang dihapadi pemerintah yaitu:
1.
Masalah
kemiskinan
Upaya penanggulangan kemiskinan
dapat dilakukan melalui berbagai cara, misalnya program IDT (Inpres Desa
Tertinggal), KUK (Kredit Usaha Kecil), KMKP (Kredit Modal Kerja Permanen) PKT
(Program Kawasan Terpadu), GN-OTA dan program wajib belajar.
2. Masalah Keterbelangkangan
Masalah yang dihadapi adalah
rerndahnya tingkat pendapatan dan pemerataannya, rendahnya pelayanan kesehatan,
kurang terpeliharanya fasilitas umum, rendahnya tingkat disiplin masyarakat,
rendahnya tingkat keterampilan, rendahnya tingkat pendidikan formal, kurangnya
modal, produktivitas kerja, lemahnya manajemen usaha. Untuk mengatasi masalah
ini pemerintah berupaya meningkatkan kualitas SDM, pertukaran ahli, transper teknologi dari Negara maju.
3. Masalah pengangguran dan kesempatan kerja
Masalah pengangguran timbul karena
terjadinya ketimpangan antara jumlah angkatan kerja dan kesempatan kerja yang
tersedia. Untuk mengatasi masalah ini pemerintah melakukan pelatihan bagi
tenaga kerja sehingga tenaga kerja memeiliki keahlian sesuai dengan lapangan
kerja yang tersedia, pembukaan investasi baru, terutama yang bersifat padat
karya, pemberian informasi yang cepat mengenai lapangan kerja
4. Masalah kekurangan modal
Kekurangan modal adalah suatu ciri
penting setiap Negara yang memulai proses pembangunan. Kekurangan modal
disebabkan tingkat pendapatan masyarakat yang rendah yang menyebabkan tabungan
dan tingkat pembentukan modal sedikit. Cara mengatasinya memlaui peningkatan
kualitas SDM atau peningkatan investasi menjadi lebih produktif.
5. Krisis Nilai
Tukar
6. Masalah Utang Luar Negeri
7. Masalah
Perbankan dan Kredit Macet
8. Masalah
Inflasi
Untuk memecahkan masalah ekonomi dalam
kehidupan sehari-hari, manusia haruslah bertindak dan berbuat. Motivasi yang
mendorong seorang untuk melakukan perbuatan ekonominya itu disebut motif
ekonomi. Dan untuk memecahkan masalah-masalah ekonomi di atas, maka ekonomi
Islam memilki beberapa solusi, yaitu:
1.
Sifat Qona’ah :
Qona’ah atau berpuas
diri adalah suatu konsep yang diutarakan oleh Islam untuk mengatasi sifat
manusia yang tidak pernah puas. Dengan didasari nilai-nilai Islam, maka sifat
qona’ah dapat mengatasi permasalahan ekonomi yang ada.
2.
Konsep Maslahah :
Maslahah adalah segala
bentuk keadaan, baik material maupun non material yang mampu meningkatkan
kedudukan manusia sebagai makhluk yang paling mulia. Dengan maslahah, maka
seorang manusia akan menggunakan sumber daya yang ada sesuai dengan maslahah
manusia itu sendiri. Dan sebagai solusinya, Islam telah menawarkan
konsep-konsep yang berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dengan demikian,
semakin terbukti bahwa ekonomi Islam adalah sistem ekonomi yang paling sempurna.
tulisan "permasalahan ekonomi makro islam" sudah di cek. nanti kita evaluasi di kelas dengan kawan-kawan lain.
BalasHapusby : agus barkah hamdani